Dilihat: 6 Penulis: Editor Situs Waktu Publikasi: 15-01-2021 Asal: Lokasi
Pompa bertenaga surya dijalankan dengan listrik yang dihasilkan oleh panel fotovoltaik atau radiasi energi panas yang tersedia dari sinar matahari yang dikumpulkan dibandingkan dengan listrik jaringan atau pompa air berbahan bakar diesel. Pengoperasian pompa bertenaga surya lebih ekonomis terutama karena biaya pengoperasian dan pemeliharaan yang lebih rendah serta dampak lingkungan yang lebih kecil dibandingkan pompa yang menggunakan mesin pembakaran internal (ICE). Pompa tenaga surya berguna ketika jaringan listrik tidak tersedia dan sumber alternatif (khususnya angin) tidak menyediakan energi yang cukup.
Pompa air bertenaga surya dapat mengalirkan air minum serta air untuk keperluan peternakan atau irigasi. Pompa air tenaga surya mungkin sangat berguna dalam irigasi skala kecil atau berbasis masyarakat, karena irigasi skala besar memerlukan volume air yang besar sehingga memerlukan rangkaian PV surya yang besar. Penyimpanan energi dalam bentuk penyimpan air lebih baik dibandingkan penyimpanan energi dalam bentuk baterai pada pompa air tenaga surya karena tidak adanya perantara transformasi bentuk energi yang satu ke bentuk energi yang lain. Mekanika pompa yang paling umum digunakan adalah pompa sentrifugal, pompa multistage, pompa lubang bor, dan pompa heliks. Konsep ilmiah penting tentang dinamika fluida seperti tekanan vs. head, head pompa, kurva pompa, kurva sistem, dan head hisap bersih sangat penting untuk keberhasilan penerapan dan desain pompa bertenaga surya.

Sistem air pompa tenaga surya adalah produk baru dari China Guangdong Ruirong Pump Industry Co., Ltd MASTRA, produsen profesional pompa submersible dan pompa limbah dengan pengalaman yang kaya selama hampir 30 tahun, pompa digerakkan oleh motor DC, mengambil air dari sumur atau sungai, kemudian menuangkan air ke dalam reservoir, tangki penyimpanan atau langsung ke sistem irigasi dan sistem air mancur. Motor arus bolak-balik (AC) kadang-kadang digunakan, namun memerlukan sistem kontrol yang lebih kompleks. Hal ini juga mengakibatkan berkurangnya total ketersediaan energi karena kerugian listrik yang disebabkan ketika inverter digunakan untuk mengubah listrik DC menjadi AC. Karena motor DC tidak memerlukan inverter, menggunakan sistem kontrol yang tidak terlalu rumit, dan menghasilkan ketersediaan energi total yang lebih banyak, motor DC paling sering dipasangkan dengan pompa bertenaga surya. Berdasarkan persyaratan dan kondisi pemasangan, pompa ulir dan pompa impeller multistage dapat digunakan.
Sebenarnya, dalam sistem pemompaan tenaga surya, pemilihan pompa sangatlah penting, yang secara langsung mempengaruhi perekonomian dan stabilitas keseluruhan sistem. Pompa submersible yang memiliki aplikasi luas dan rentang pengaturan kecepatan, umum terjadi pada sistem pemompaan tenaga surya, dapat meningkatkan waktu kerja dan laju aliran air pada sistem pemompaan tenaga surya. Jika pengguna membutuhkan head rendah dan aliran air tinggi, dapat memilih pompa impeller multistage, sedangkan pengguna yang membutuhkan head tinggi dan aliran air rendah dapat memilih pompa ulir.

Pertimbangan penting lainnya ketika memilih pompa yang sesuai adalah tegangan minimum pompa. Produsen pompa mungkin menyediakan pompa dengan karakteristik pengoperasian serupa tetapi voltase berbeda. Tegangan operasi yang lebih tinggi cenderung lebih efisien karena lebih sedikit energi yang hilang dari pengurangan arus yang diperlukan untuk menghasilkan daya (watt) yang sama. Hal ini penting ketika mempertimbangkan penempatan panel dan pengontrol relatif terhadap lokasi pompa.
Anda dipersilakan untuk berkunjung ke perusahaan kami, jika ada pertanyaan jangan ragu untuk menghubungi saya.
